Friends Over Flowers: Episode 2 Vita Nurul Hidayati

by - 7:38:00 AM

Credit: Google
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Bagaimana kabar kalian hari ini? Alhamdulillah baik? Hmmm... lalu bagaimana dengan episode lalu yang berkisah tentang seorang tokoh utama bernama Nani Pahini? Apakah cukup menginspirasi? Semoga begitu... 

Nah, episode kali ini penulis akan membeberkan sekelumit kisah tentang seorang sahabat shalihah lainnya bernama Vita Nurul Hidayati. Seperti apakah sahabat kita yang satu ini? Ikuti terus kisah yang akan penulis tuturkan ya...


Vita Nurul Hidayati

Anak itu bertubuh mungil tapi... tapi lebih baik tidak perlu banyak mendeskripsikan bentuk fisiknya. Kalau Mak Vita (sapaan akrab) membaca tulisan ini bisa kena tempeleng aku . Baiklah, mari berlanjut...

Sejujurnya, aku tidak pernah mengikrarkan secara sah kapan kami menjadi teman akrab. Sepengetahuanku dulu kami sekadar bermain untuk mengisi kekosongan, yah entah kosongnya waktu ataupun perut, jadi dengan kata lain penulis suka numpang makan siang dan istirahat siang di kosan Mak Vita. Wah numpang? Hehe...

Tapi bukannya setiap persahabatan itu kadang terlalu sering untuk sukar disadari kapan ia resmi terjalin menjadi ikatan sahabat ya? Menurut kalian?

Kawan-kawan, apakah kalian perhatikan? Bukankah sebelum nama Vita ada kata Mak? Ini bukan tanpa makna, teman. Vita adalah kawan yang gemar mengambil alih sosok seorang ibu. Ia suka mencuri-curi kasih sayang layaknya seorang ibu. Huuu mencuri-curi... Iya, jadi Ma' Vita gandrung sekali menyayangi teman-temannya seolah ia ibu bagi anak-anak yang mencicit kehilangan induknya #loooh  Jadi jangan heran ya kalau nama bocah satu ini harus lengkap dengan panggilan mak.

Seorang Vita dengan sifat keibuannya itulah yang menjerat penulis masuk ke dalam jalinan yang lebih dari sekadar teman. Mengapa demikian? Saat ini kisahnya penulis simpan dulu ya semoga suatu saat nanti bisa membaginya dengan kalian, kawan.

Aku selalu percaya dua orang atau lebih akan saling merasa cocok satu sama lain jika dan hanya jika mereka banyak menemukan hal-hal serupa pada diri satu sama lain. Sebagai ilustrasi sederhana, penulis merasa cocok dengan Nan (Episode 1) sebab Nan sama tinggi dan langsingnya dengan penulis 

Tapi, bagaimana dengan Emak yang satu ini? Yah seperti yang penulis telah katakan karena sifat keibuannya itu. Kalian mereasa keberatan karena alasannya berbanding terbalik dengan teori yang baru penulis ungkapkan? Sepertinya bagi setiap teori ada tepi-tepi yang boleh saja kita salahkan (falsifikasi).

Kita kembali ke kisah seorang Mak Vita. Bagi penulis hal pertama yang menyentak ketika berkawan dengannya ialah Allah sedang mengajarkan bagaimana makna dari sebuah kesabaran. Allah mengajarkan bagaimana itu sabar dari seorang Vita. Aku tidak pernah menyangka akan merasakan resonansi kesabaran dari seseorang bertubuh mungil itu.

Ia besabar dengan segala tantrum yang penulis muntahkan padanya. Ia terus bersabar seolah menunggu keajaiban bagi penulis untuk segara mem-bidadari. Akupun sempat heran, kenapa anak itu masih saja mau menanggapi segala macam bentuk ulah yang aku tampilkan, baik ulah yang bercorak biru atau pink muda hingga merah menyala-nyala. Sehingga, pada suatu hari Allah pulalah yang menyadarkan penulis untuk menyadari kesabarannya.

Lantas tak cukup sampai di situ.Selepas SMA kami harus terpisah karena Mak Vita tak ditakdirkan menuntut ilmu di universitas yang sama denganku. Akhirnya, singkat cerita ia mendaftarkan diri di sebuah sekolah tinggi tarbiyah.

Credit: Google
Aku semakin menyayanginya karena Allah. Bagaimana tidak? Aku dengar bahwa ia sedang menempuh pendidikan yang tidak biasa. Iya... bagiku itu tidak biasa, sebab ia sedang belajar di suatu tempat yang mengajarkan manusia untuk bersahabat dengan Al Qur'an. Andaikan kalian tahu, kawan... dahulu ia cukup terbata ketika membaca Al Qur'an. Tetapi kini hafalannya sudah mencapai beberapa juz Al Qur'an. Masya Allah...

Aku iri padanya yang telah menyimpan sebagian Al Qur'an di dalam hatinya. Semoga Allah memudahkanku untuk melakukan kebaikan seperti yang ia lakukan, semoga kalianpun demikian ya, kawan-kawan, aamiin...

Ukhibukifillah Mak Vita   



You May Also Like

0 comments