Manfaat Ujian dan Cobaan

by - 4:04:00 AM


Ibnul Qoyyim rahimahullah mengatakan,"Seandainya saja tidak ada ujian dan cobaan di dunia, tentunya seorang hamba akan terkena banyak penyakit; takabur, ujub, diktator, dan keras hati, yang itu semua adalah sebab kebinasaannya, cepat atau lambat" 
(dalam Zadul Ma'ad 4/179 via Telegram Kajian Islam).

Pernakah suatu saat kalian, pembaca tersayang, merasa begitu lelah hidup di dunia ini? Rasanya ingin saja segera mengundurkan diri dari segala tugas yang telah dibebankan dalam penciptaan diri di dunia ini. Rasanya dunia ini begitu sempit bak tak ada tempat berlari. Maka, inilah saat-saat ujian sedang menerpa kita.

Ketika ujian atau cobaan menerjang sering sekali dada kita menjadi sesak, gundah, dan gulana. Kita merasa tak pantas mendapatkan semua ini. Kita merasa berhak diperlakukan dengan lebih adil dari yang sekarang kita hadapi. Tapi, bukannya kita ini hamba Allah yang mau tidak mau harus mengikuti skenario-Nya?

Skenario Allah tidak pernah salah karena Dia yang menciptakan, yang mengatur, dan terus menerus mengurus makhluk-Nya. Maka, tidak ada Dzat yang lebih menginginkan kebaikan pada diri kita setiap hamba, kecuali Rabbnya. Lantas apa yang salah pada kita ketika terhalang ujian atau cobaan dunia? Perkara yang salah ialah kita yang sedikit mengilmui tentang hakikat ujian atau musibah tersebut. Sehingga, minimnya ilmu menjerumuskan kita pada berabagi persangkaan buruk pada Allah yang menciptakan ujian bagi manusia.

"Di balik setiap ujian pasti ada hikmahnya", nasihat ini sering sekali kita dengar dari semenjak kecil dahulu. Kalimat ini sederhana tapi memang demikian adanya bahwa di balik setiap ujian itu pasti ada hikmah yang terkandung.

Selama 24 tahun penulis hidup di alam dunia ini, penulis merasakan manfaat ujian itu. Ujian mengajarkan aku untuk lebih banyak belajar; untuk lebih kuat dan tegar; untuk lebih mandiri; dan yang paling agung ialah mengajarkan penulis untuk selalu kembali lagi, lagi, dan lagi pada Allah.

Ujian-ujian itu mengajarkan bahwa tidak ada tempat berlindung dari teriknya ketimpangan dunia melainkan Allah. Ujian mengajarkan tidak ada tempat bergantung dari lemahnya pengharapan pada manusia kecuali Allah. Ujian mengajarkan bahwa tidak ada tempat untuk melembutkan hati melainkan dengan rahmat dan kasih sayang dari Allah.

Ujian oh ujian...

Tapi tetap saja sang penulis ini masih sungkan jika dihadapkan dengan berbagai ujian. Bagimana tidak, ujian kan memang pada hakikatnya diciptakan untuk merampas berbagai kesenangan yang menurut kita baik. Padahal mungkin menurut Allah bermacam-macam kesenangan tadi jika tidak dikoyak justru akan membinasakan kita entah di dunia atau di akhirat. Serem kan... 

Kita ingat saja konsep di awal tadi, skenario Allah tidak pernah salah, tapi manusia itu yang lemah ilmunya dan kurang imannya. Jadi apa kalian juga merasakan nikmat dan manfaat dari suatu ujian? Boleh berbagi di sini...

Semoga kita senantiasa menjadi hamba-hamba yang selalu kembali pada Rabbnya ya pada setiap keadaan, aamiin...

You May Also Like

0 comments