Taman Surga Dunia

by - 7:30:00 PM

Masjid Nurul Iman, Blok M Square Lantai 7

Kami menyebut taman surga dunia itu Majelis Ilmu. Karena di sana kan kau dapati nama Allah banyak sekali disebut. Kau juga menemukan manusia-manusia biasa tapi beraura langit. Itu kau temukan pada mereka yang walau hanya melihatnya saja seketika membuatmu rindu akan Rabb-mu.

Di sini aku semakin banyak belajar. Aku belajar bagaimana menjadi orang yang baik sekaligus belajar untuk tidak bergantung pada orang yang baik. Sebab sebaik apapun seorang insan diciptakan Rabbnya, maka ia tetaplah manusia pada fitrahnya. Mereka lemah lagi bodoh. Mereka juga miskin lagi kikir. 

Tidakkah itu mengajarkan kita sesuatu? Ya, kita menjadi belajar bahwa sesungguhnya hanya Allah tempat bergantung, hanya Allah Sang Rabb yang Maha Kuasa, Maha Mengetahui, Maha Kaya, dan Maha Memberi juga Mengasihi lagi Menyayangi.

Bersyukurlah bagi kita yang Allah mudahkan langkah-langkahnya untuk menghadiri taman surga dunia ini. Betapa telah kita saksikan ada banyak sekali manusia di luar sana yang lebih banyak disibukkan oleh urusan dunia mereka. Aku rasa kita patut mengasihani mereka yang belum pernah tahu rasa nikmat merindukan dan mencintai Allah Azza wa Jalla.

Mungkin mereka rindu dan cinta pada Allah, tapi apakah ia menggebu-gebu? Karena cinta dan rindu orang-orang yang didasari ilmu itu begitu membara dan menggebu. Lantas rasa itu terus membakar semangat kita sebagai hamba untuk terus menerus beramal shalih dan mengharap ridha-Nya. Ingatlah bagaimana Rasulullah, para sahabat, dan para salafus shalih. Merekalah orang-orang yang paling menggebu pada rindu dan cinta Rabbnya.


Esy Andriyani
yang merindui kesempatan menatap wajah Allah Azza wa Jalla




You May Also Like

0 comments