Oblivious

by - 10:23:00 AM

Credit: Alisa Anton on Unsplash
Apakah kalian kesal ketika kalian melupakan sesuatu? Apakah kalian justru bahagia ketika mampu melupakan sesuatu? Hmmm... kalian mungkin sudah tahu bahwa ada kalanya melupakan sesuatu jadi hal paling menjengkelkan atau justru menjadi hal yang paling diinginkan.

Lupa bisa berarti sebuah ketidak sengajaan untuk tidak mengingat sesuatu. Lupa bisa juga berarti gagal untuk mengingat sesuatu atau lupa bisa berarti kamu sengaja berhenti untuk mengingat sesuatu. Sekarang lupa yang seperti apa yang kalian alami atau yang ingin kalian pilih?

Dahulu, kala di bangku kuliah, seorang dosen yang awesome writer kagumi berbiara tentang sesuatu yang berhubungan dengan hegemonisasi politik dan konglomerasi media. Ia menjelaskan dengan apik dan panjang lebar lantas disambung dengan Lupa. Di tengah keseruan diskusi media, dosen itu menyisipkan definisi tentang lupa bahwa lupa semata-mata bukan berarti kita tidak ingat akan sesuatu melainkan sejatinya kita sedang mengingat sesuatu yang lain.

Definisi lupa yang dosen itu bawakan sontak membuat penulis mengerutkan dahi dan kemudian berpikir, "Bagaimana mungkin Bapak ini bisa mencetuskan definisi yang anti-mainstream seperti ini, hah!?" Tetapi, kala itu awesome writer menyetujui saja dan tidak ingin menyanggahnya karena toh definisi unik itu seolah mengelaborasi alam pikir awesome writer terhadap sesuatu hal sesepele lupa. 

"Mengingat hal yang lain", definisi lupa yang satu ini rupanya berkhasiat besar untuk mengobati berbagai macam kepiluan. Awesome writer tidak sangka akan menyukai gagasan dosen penulis tadi tentang lupa. Melupakan dengan cara mengingat hal yang lainnya terasa menjadi lebih mudah untuk dilakukan ketimbang sengaja untuk berhenti mengingat yang harus dilupakan.

Lupa, dengan cara mengingat berbagai hal lain, membuat kalian benar-benar harus mengingat hal yang lainnya. Lantas, entah sadar atau tidak,  dengan sendirinya kalian sedang mengenyampingkan sesuatu yang seharusnya tidak perlu kalian ingat. What a wonderful fashion to forget anything!

Lalu, bagaimana cara melupakan sesuatu yang seharusnya tidak perlu diingat? Here we go...

  1. Melupakan dengan cara lebih banyak mengingat Allah Rabbul 'Alamin. Ini adalah cara yang paling bermanfaat. Dengan cara ini hati menjadi lebih tentram sebagaimana yang telah Allah sendiri janjikan (dalam Al Qur'an dan As Sunnah).
  2. Melupakan dengan cara lebih banyak mengingat ayat-ayat Allah; merenunginya; menghafalnya; dan mengamalkannya.
  3. Melupakan dengan cara mengingat dan melakukan hobi-hobi kita, misalnya membaca, blogging, fotografi, travelling, atau berbagai macam hobi lainnya.
  4. Melupakan dengan cara mencari kesibukan yang lebih bermanfaat, misalnya mempelajari bahasa Arab, les memasak, les fotografi, les melukis, dan semisalnya.
  5. Melupakan dengan cara menonton acara-acara yang membuat kalian merenung; terkekeh; mengharu biru; atau apapun itu yang bermanfaat.
  6. ... dan cara-cara lain yang bisa kalian putuskan sendiri ya, awesome readers...

You May Also Like

0 comments