Jalan Buntu, Krisis Elaborasi

by - 1:44:00 PM

Credit: Google
Hari ini penulis ingin sekali menuliskan sesuatu yang mungkin saja bisa meradiasikan manfaat untuk pembaca. Sayang, beberapa minggu ini rasanya kemampuan menulis menjadi tumpul. Padahal, segala macam amunisi masih terisi penuh (paket internet, laptop yang alhamdulillah masih baik-baik saja, listrik yang juga alhamdulillah masih baik-baik saja, dan semisalnya).

Penulis bingung ingin menyampaikan hal bermanfaat macam apa kali ini. Hmmm, lebih tepatnya bukan bingung sih. Pikiran ini seringkali sesak dengan ide-ide tulisan, hanya saja penulis agak kesulitan untuk mengelaborasinya lebih lanjut menjadi tulisan yang menarik dan bermanfaat. Maka pada akhirnya, penulis urungkan niat untuk benar-benar menuangkan ide-ide tadi secara nyata.

Penulis coba merenung saja akhirnya kali ini. Penulis ingin menggali apa yang perlu diperbaiki. Sehingga kegiatan menulis bisa kembali menggelora. Mungkin renungan ini juga bisa bermanfaat untuk kalian yang saat ini sedang terbentur jalan buntu dan krisis elaborasi. Semoga saja begitu... ヽ(^o^)丿Iyah, semoga saja bisa begitu bermanfaat, hehehe...

Credit: Google
Pertama, penulis adalah orang yang percaya bahwa tulisan yang baik adalah tulisan yang berasal dari hati. Keyakinan ini sepertinya cukup sulit untuk berpisah dengan kebiasaan penulis dalam menulis. Sehingga, penulis seringkali gagal mengunggah tulisan yang belum atau tidak dilandasi dengan keyakinan hati. Hmmm, lalu bagaimana ini ya, hohoho...

Kedua, tulisan kita rasanya mandeg atau terhenti mungkin saja karena kita kekurangan bahan baku. What? Bahan baku? Yaps, bukankah dalam menulis kita sedang bergelut dengan kata, frasa, kalimat, dan berbagai macam informasi berbentuk tulisan? Nah, jalan keluarnya tentu saja kita harus kembali banyak bergemul dengan informasi tertulis. 

Well, informasi selain dalam bentuk tertulis sebenarnya juga bisa banyak membantu, kok. Tapi, membaca informasi tertulis harus menjadi yang lebih utama. Karena dengan kita membaca informasi tertulis, secara sengaja kita telah menambah kosa kata baru atau setidaknya mengingat kembali kumpulan kosa kata yang pernah kita miliki. Tautan-tautan kosa kata itu bisa membantu kita mengimajinasikan kalimat-kalimat indah yang tentu saja dapat menghiasi tulisan kita.

Credit: Google
Ketiga, kita mungkin saja sering kali melewatkan ide yang terlitas begitu saja. Kita membiarkan ide-ide itu menguap dan pergi entah kemana. Kalau penulis sebenarnya sudah punya solusi untuk masalah ini, yaitu dengan menggunakan sebuah App yang bisa membantu meng-keep ide apapun. Tapi, beberapa minggu ini memang sedang tak berselera, hohoho! Yah, ini mah salah sendiri yah...

Keempat, apa ya masalah keempat, mungkinkah kalian bisa berbagi masalah lain yang sering kalian hadapai dalam menulis? Boleh deh langsung bubuhkan saja komentar kalian  di bawah ini ya...

You May Also Like

0 comments