Eternal Happiness

by - 6:19:00 AM

Credit: Maria Shanina on Unsplash
Sebagian manusia percaya bahwa kebahagiaan mampu membuat mereka menjadi manusia yang lebih baik. Dengan kebahagiaan, seolah mereka mampu mengubah dunia seenteng membalikan telapak tangan. Mereka juga percaya bahwa kebahagiaan dapat membantu mereka untuk memperpanjang usia.

Manusia kemudian menafsirkan kebahagiaan dalam beragam makna. Sebagian besar dari mereka mengasosiasikan kebahagiaan dengan makna yang begitu konkret. Mereka mengasosiasikannya dengan harta yang melimpah ataupun karier yang memuncak. Sedangkan, sebagian yang lain mengasosiasikan kebahagiaan dengan hati yang lapang dan tentram.

Mereka yang sepihak dengan makna konkret kebahagiaan akan berkejaran dengan hari. Mereka bersegera untuk bangun paling dini. Mereka bersegera untuk mengisi absen paling pagi. Mereka terus berkejaran dengan hari, dari hari yang satu ke hari yang lain. Mereka berdalih kalau itu semua demi satu alasan. Katanya, mereka ingin bahagia.

Sementara itu, awesome readers, kebahagiaan yang sejati justru menegasikan makna konkretnya sebagaimana yang telah dijelaskan. Sehingga, makna sejati dari kebahagiaan tak lain adalah  mengetahui kebaikan, mengerjakan kebajikan, dan memperoleh petunjuk.  Tiga hal ini, awesome writer peroleh dalam penjelasan dari  surah Al An'am: 104, 

Sungguh, bukti-bukti yang nyata telah datang dari Tuhanmu. Barangsiapa melihat (kebenaran itu), maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barangsiapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka dialah yang rugi. Dan aku (Muhammad) sekali-kali bukanlah pemelihara(mu).


Well, kita elaborasikan sedikit ya, awesome readers, dengan menghimpun beberapa informasi dari berbagai sumber.

 Mengetahui Kebaikan (Berilmu) 
Awesome readers, betapa beruntungnya orang yang mengetahui kebaikan kemudian mereka mengikutinya. Sementara itu, tiada kebaikan paling hakiki, kecuali mentauhidkan Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan sebenar-benarnya. Lalu, betapa beruntung pula orang yang mengetahui keburukan lalu mereka menjauhinya. Hmm... dan kedua hal tersebut tidak akan mungkin kita peroleh, melainkan dengan menuntut ilmu.  

 Mengerjakan Kebajikan 
Mengerjakan kebajikan atau beramal shalih sesungguhnya merupakan rahmat dari Allah Subhanhu wa Ta'ala. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda mengenai hal ini. Dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, 

"Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, maka Dia akan memperkerjakannya." Lalu, ditanyakanlah kepada beliau, "Bagaimanakah maksud Allah memperkerjakannya, wahai Rasulullah?" Rasulullah menjawab, "Dia akan memberikannya pertolongan untuk beramal shalih sebelum dijemput kematian."
(H.R. At Tirmidzi dan Ahmad)

 Memperoleh Petunjuk 
Petunjuk atau hidayah adalah sebab utama bagi seseorang untuk mendapat keselamatan dan kebaikan hidup di dunia dan di akhirat. Sehingga, awesome readers, barangsiapa yang Allah Subhanahu wa Ta'ala anugerahkan petunjuk, maka sungguh ia telah meraih laba paling gemilang dan kebahagiaan paling cemerlang. Tiada sesuatu apapun yang dapat mencelakakannya. 

Oh ya... awesome readers, petunjuk yang kita peroleh ini akan semakin paripurna manakala petunjuk tersebut membawa kita pada jalan istiqamah. Ada satu pernyataan menarik tentang istiqamah, awesome readers. Pernyataan ini dibawakan dalam satu kajian yang diisi oleh Syaikh Dr. Abdurrazzaq bin Abdil Muhsin Al Abbad dua tahun silam. Beliau menukilkan sebuah perkataan bahwa istiqamah merupakan bentuk karamah yang paling agung.

Semoga kita termasuk orang-orang yang berbahagia di dunia ini dan di akhirat nanti ya, awesome readers...! Yeay! Aaamiin...


 Referensi : 
Al Qur'anul Karim

Al Mubarakfuri, Syaikh Shafiyyur. (2014). Shahih Tafsir Ibnu Katsir Jilid 3 (Cet. Ke-10). Jakarta: Pustaka Ibnu Katsir.

Taslim, Abdullah. (2013). Makna dan Hakikat Hidayah Allah. Diakses pada 16 Februari 2018, dari https://muslim.or.id/19131-makna-dan-hakikat-hidayah-allah.html.

You May Also Like

0 comments