Menarilah Bersama Kehidupan

by - 7:03:00 AM

Credit: Unsplash
Kehidupan? Apa yang kalian bayangkan, awesome readers, ketika membenak tentang kehidupan? Apakah kehidupan itu adalah hasrat dalam menggapai impian? Apakah kehidupan itu adalah melodrama yang tak berkesudahan? Yah, kalian berhak memaknainya sekehendak kalian.

Tetapi, kalian tentu pernah mendengar sebuah uajran, bukan? Ujaran yang menuding bahwa  sejatinya kehidupan adalah ujian.  Bahkan, ketika yang hidup diseret menuju tempat peristirahatannya, sejatinya ia tak benar-benar beristirahat. Tetapi, ia sedang menanti. Menanti datangnya hari kiamat. Sementara, dalam penantian itu, kita akan disuguhi pertanyaan-pertanyaan yang menguji keimanan.

Awesome readers, sungguh ujaran itu benar adanya. Kehidupan ini akan senatiasa membersamai kita dengan beragam ujian. Ujian berupa kesulitan atau bahkan ujian kenikmatan. Inilah kehendak Allah. 

Pada hakikatnya, setiap ujian yang Allah berikan adalah penakar. Penakar yang mengukur siapa di antara hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dalam ikrarnya. Penakar yang membuktikan siapa di antara hamba-Nya yang paling baik amalnya.

Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, “Kami telah beriman,” dan mereka tidak diuji? Dan sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta. (Q.S. Al 'Ankabut: 1-2)

Hmmm... walaupun begitu, sejujurnya awesome writer tetap saja antipati ketika mendengar istilah ujian. Huuu... agak ngeri dan membuat jantung berdegup-degup. Hehehe #serius

Nah, awesome readers, sebagian ujian kehidupan akan merampas kenikmatan yang telah kita punyai. Sebagian ujian yang lain menuntut kita untuk bersyukur terhadap kepunyaan kita. Eh... tapi apa yang kita "punya" di sini, dunia ini, lebih tepatnya bukan kepunyaan kita, melainkan titipan dari Allah Al Khaliq.

Oia, kalian tentu tahu kan, awesome readers? Bagaimanapun "ujian" mendesak pesertanya agar memiliki persiapan yang matang. Kalaupun persiapan yang dihimpun belum matang, maka setidaknya ia harus cukup. Sedangkan, untuk mengerahkan beragam persiapan itu butuh upaya yang tidak enteng. Maka, di sinilah kita harus sadar bahwa kita selalu butuh pertolongan Allah.

Yah begitulah...

Sungguh, mustahil bagi kita untuk mengelak dari ujian kehidupan. Setiap helaan nafas bisa jadi bahan ujian, entah syukur atau sabar, atau bahkan keduanya. Maka, menarilah bersamanya! Menari dan ikutilah iramanya dalam membawa kita menuju keridhaan-Nya.

 Sebutir Kelapa atau Sebotol Minyaknya? 
Awesome readers, ada sebuah perumpamaan menarik yang mengilustrasikan hakikat ujian dalam kehidupan. Perumpamaan ini awesome writer peroleh dari artikel apik milik Tunas Ilmu. Berikut ini perumpamaannya dengan beberapa gubahan redaksi.
Harga sebutir buah kelapa dengan harga sebotol minyak kelapa tentu tidak sama. Harga sebotol minyak kelapa lebih mahal berkali-kali lipat. Mengapa harganya bisa jauh berbeda? Padahal, keduanya berasal dari bahan yang sama? Mengapa buah kelapa yang asalnya murah, bisa menjadi mahal, manakala telah menjadi minyak kelapa?

Jawabannya adalah: karena demi menjadi sebotol minyak, maka buah kelapa harus bergulat dengan proses yang panjang dan melelahkan. Ia harus menghadapi ujian-ujian yang berat. Namun, dibalik ujian berat itulah yang menjadikannya lebih bernilai dan berharga mahal.

Buah kelapa yang telah tua mula-mula harus menghantam tanah akibat dicabut dari pohonnya. Begitu membentur tanah, buah kelapa tidaklah dielus-elus, melainkan sabutnya dijambak dan disobek-sobek hingga gundul. Saat sudah gundul, kelapa tadi dihantamkan ke batu agar ia pecah. Lalu buahnya dicungkil dari batok kelapa.

Ujian buah kelapa belum berakhir. Potongan-potongan buah kelapa tadi diparut pada parutan besi yang tajam, hingga rontok berguguran dan berubah menjadi serbuk. Setelah serbuk kelapa menumpuk, ia diperas supaya keluar santannya. Kemudian santan kental itu dipanaskan di atas tungku api hingga mendidih. Sehingga, setelah seluruh proses yang panjang dan melelahkan itulah keluar sebotol minyak kelapa. Sebotol minyak kelapa yang harganya berkali lipat lebih mahal dibanding sebutir buah kelapa tua.

Begitulah ujian hidup, akan membuat seseorang dan umat menjadi lebih bernilai dan berharga mahal.


 Referensi : 
Hadi, Nur Fitri. (2017). Hidup adalah Ujian. Diakses pada 8 Februari 2018, dari https://khotbahjumat.com/4627-hidup-adalah-ujian.html.

Tunas Ilmu. (2017). Ujian Membawa Berkah. Diakses pada 8 Februari 2018, dari http://tunasilmu.com/khotbah-jumat-ujian-membawa-berkah/.

You May Also Like

0 comments