Kapital dan Candu Media Sosial

by - 1:06:00 PM

Tangkapan layar media social awesome writer.

Perkembangan industri dan teknologi komunikasi telah memungkinkan kita untuk melakuan beragam hal. Awesome readers membutuhkan berita? Kalian bisa menjentikkan jari dan menaikan dan menurunkan layar plastik bercahaya awesome readers untuk mendapatkannya. Berita tersebut bahkan dapat kita peroleh dengan harga yang sangat murah sekali jika dibandingkan dengan surat kabar fisik yang dijual oleh para penjaja koran.

Internet juga mengubah cara kita dalam mengakses informasi. Ketika dulu kita terdorong untuk datang ke perpustakaan, membuka-buka indeks pada katalog-katalog buku yang tersedia, lalu menelusuri setiap rak buku di perpustakaan tersebut, hari ini semua proses ini telah berubah. Kita lebih suka untuk berkunjung ke situs tertentu entah itu legal ataupun ilegal, lantas kita cukup mengarahkan kursor menuju hyperlink yang akan membuat dokumen di balik tautan tersbeut masuk dalam penyimpanan ponsel atau komputer personal kita.

Pada substansinya, internet telah mengubah hampir seluruh poros dalam kehidupan kita. Selain internet, kita tentu tak asing dengan media sosial. Media sosial menjadi entitas tersendiri bagi masyarakat hari ini terutama bagi mereka para digital native. Kita tak jarang juga menemukan media sosial telah mempengaruhi kehidupan kita sehingga membuat kita sulit untuk lepas dari entitas tersebut. Maka, tak heran jika akhirnya keadaan ini mendorong orang-orang bangkit dan melawan hegemoni media dengan melakukan diet media sosial atau detoks media digital.

Menurut Harisson (2018) masalah sosial kecanduan internet ini memang tak terelakkan, tapi bukan mustahil dipecahkan. Gerakan-gerakan kecil namun dapat berdampak cukup siginifikan telah banyak dilakukan oleh orang-orang. Sebagai contoh zona bebas ponsel ketika makan, menonaktifkan telepon genggam selama beberapa waktu, atau bahkan membeli ponsel "bodoh" agar tak memperoleh akses media sosial. Semakin banyak orang-orang sadar bahwa ponsel pintar mereka telah menyandra mereka sehingga tanpa sadar bukan mereka (pengguna) yang menjadi semakin cerdas, tetapi ponsel itu sendiri.

Fenomena di atas menurut awesome writer mengilustrasikan bagaimana media memiliki kuasa (Gramsci dalam Long dan Wall, 2013) untuk mempengaruhi hidup kita (Boudieu dalam Durham dan Kellner, 2006), terutama mereka orang-orang di baliknya yang telah menanamkan kapital besar. Pada poin ini, awesome writer ingin menegaskan bahwa media sesuangguhnya dapat membentuk kapital (Couldry, 2012) sebagaimana pihak otoriter pada konsep tradisonal negara mampu mengakumulasi kapital.

Media sosial, entah Facebook, InstagramYouTube,  atau apapun itu yang semisal telah memanfaatkan penggunaanya sebagai suatu bentuk kapital. Kapital-kapital yang mereka akumulasi ini pada gilirannya dapat mereka gunakan terutama untuk mengukuhkan kerajaan bisnis yang telah mereka miliki saat ini. Secara matematis, coba saja kita baca berbagai artikel yang menampilkan kekayaan Mark Zukcerberg sebagai salah satu indikator bagaimana kapital yang mereka akumulasi melalui Facebook telah menyebabkannya mendulang banyak Dollar.

Tristan Harris (2016), seorang mantan Etika Desainer Google, mengibaratkan bagaimana media sosial telah menyihir lantas menjadi candu bagi kita dengan membawa konsep seorang pesulap. Pesulap memulai dengan mencari titik buta, tepi, kerentanan, dan batasan persepsi orang, sehingga mereka dapat memengaruhi apa yang dilakukan orang tanpa mereka sadari. Setelah Anda tahu cara menekan tombol pada diri orang lain, Anda dapat memainkannya seperti piano.

You May Also Like

0 comments