11. Memang Beda?

by - 8:00:00 PM

Credit: Jake Givens on Unsplash
Bab 1
Dalil Ketiga tentang Keutamaan Menuntut Ilmu dan Ahli Ilmu

قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الَّذِيْنَ يَعْلَمُوْنَ وَالَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ
Katakanlah : "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" 
(Q.S. Az Zumar: 9)

Ayat ini merupakan dalil ketiga yang Ibnu Jama'ah bawakan untuk mengilustrasikan keutamaan ilmu dan orang yang memiliki ilmu. Menurut ulama, ayat ini memiliki redaksi pertanyaan yang mengandung pengingkaran. Ayat ini menggambarkan bagaimana pasti beda dan memang beda  (tidak mungkin sama) antara orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui.

 Bedanya Orang yang Mengetahui dan Orang Tidak Mengetahui? 
Imam At Thabari  dan Al Imam Ibnu Asyur dalam kitab tafsir mereka menuliskan bahwa setidaknya terdapat  6 (enam) perbedaan  induk antara orang yang mengetahui dengan orang tidak mengetahui:

 1) Orang yang berilmu mengetahui berbagai petunjuk untuk sampai ke tujuannya. 
Orang yang berilmu itu seakan memiliki peta yang menuntun mereka sehingga sampai pada tujuan yang ingin mereka capai. Ini berbeda dengan orang tidak berilmu. Orang yang tidak berilmu mungkin memiliki niat yang baik untuk dapat masuk ke dalam surga, tetapi mereka tidak mengetahui jalan mana yang harus mereka tempuh. Maka, keadaan ini sungguh melelahkan. 

Bayangkan ketika kita ingin pergi menuju ke sutau daerah namun kita tidak mengetahui jalan menuju daerah itu. Ini tentu merepotkan. Lantas, bagaimana jika keadaan ini terjadi ketika kita hendak meuju surga? Alih-alih menuju surga, jangan-jangan kita justru terjerumus ke dalam neraka akibat keliru jalan.

هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْاَخْسَرِيْنَ اَعْمَالًا اَلَّذِيْنَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُوْنَ اَنَّهُمْ يُحْسِنُوْنَ صُنْعًا
“Apakah perlu Kami beritahukan kepadamu tentang orang yang paling rugi perbuatannya? (Yaitu) orang yang sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka mengira telah berbuat sebaik-baiknya."
(Q.S. Al Kahfi: 103-104)

 2) Orang yang berilmu mengetahui setiap kendala yang mungkin menghambatnya menuju surga. 
Orang yang berilmu mengetahui hambatan menuju surga Allah. Sementara, orang yang tidak berilmu rentan terperosok dan terjebak pada jurang-jurang dosa yang dapat menghambat bahkan menghalanginya dari ridha Allah. Orang yang berilmu mengetahui bahwa penghalang terbesarnya menuju Allah adalah syirik sebab barangsiapa melakukan kesyirikan, maka Allah haramkan jannah untuknya. Oleh karena itu, orang-orang yang berilmu akan menjaga diri mereka dari kesyirikan. Orang yang berilmu juga mengetahui bahwa syirik terbagi menjadi dua, yaitu syirik besar dan syirik kecil. Ketika ia menjaga dirinya dari berbagai bentuk peribadahan kepada selain Allah, ilmu mereka juga membantu mereka untuk menjaga hati mereka, misalnya untuk tidak riya'. 

Dengan "peta" yang bernama ilmu niscaya kita bisa menghindari hal-hal yang memungkinkan kita terjerembab pada beragam penghambat menuju surga Allah. Adapun orang yang tidak memiliki ilmu niscaya akan karam dan terhalang dari surga Allah. Oleh karena itu, Ibnu Asy Syur menurturkan bahwa orang yang bodoh ingin selamat namun justru mengerjakan hal yang menjerumuskan dirinya pada kehancuran. 

 3) Orang yang berilmu senantiasa merasa nyaman dalam menghadapi setiap takdir Allah. 
Orang yang berilmu mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Mereka adalah orang-orang yang mampu membaca hikmah. Mereka mampu membedakan antara hikmah dan racun. Orang yang berilmu tidak akan tertekan pada ujian seberat apapun dalam hidupnya.

هُوَ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ السَّكِيْنَةَ فِيْ قُلُوْبِ الْمُؤْمِنِيْنَ
Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin... 
(Q.S. Al Fath: 4)

Orang yang tidak berilmu cenderung mencari ketenangan kepada selain Allah. Padahal, sebagaimana salah satu firman Allah di atas, hanya Allahlah Dzat yang mampu menganugerahkan ketenangan dalam hati kita.

Bagaimanapun beratnya ujian, tetapi kita memiliki ilmunya, maka semua akan terasa ringan. Sebaliknya, betapapun ringan ujian namun kita tidak memiliki ilmunya, maka kita hanya akan merasa tertekan. Ingat kembali bagaimana kisah Rasulullah menenangkan Abu Bakr ketika mereka diburu kaum musyrikin karena Rasulullah tahu ada Allah yang menjaga mereka.


Bersambung ...


 Referensi : 

You May Also Like

0 comments