Momen yang Buat Hati Kamu Jadi Gerimis Episode 1

by - 8:55:00 AM

Credit: Kelly Sikkema on Unsplash

Assalamu'alaikum... hi awesome readers yang semoga senantiasa di rahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Allah, Rabb kita yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Allah, Rabb kita yang Maha Memelihara setiap hamba-hambaNya. 

Insya Allah, hari ini awesome writer ingin berbagi sesuatu yang ringan dengan para pembaca owsem sekalian, hehe. Ini sih sebenarnya cerita pribadi. Tapi, semoga tetap bisa meradiasikan manfaat terutama bagi yang menulis sendiri. Semoga yang ringan ini juga mampu membuat kita selalu melangitkan harapan-harapan kita pada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Lalu, apa nih yang ringan-ringan ini? Hoho... Insya Allah, awesome writer ingin berbagi tentang dua buah momen yang dihadiahkan Allah sehingga membuat hati ini rasanya jadi "gerimis". Naah... mari...

Tak Pernah Ada Maghrib Yang Lebih Sendu
Setiap manusia memiliki ujian. Entahkah ia adalah orang yang tidak beriman kepada Allah atau apalagi ia yang beriman kepada Allah. Secara sederhana, ujian bagi orang yang beriman sendiri bermanfaat untuk membuktikan jujurnya keimanan yang ia miliki. 

Oia... menurut yang awesome writer pernah pelajari, ujian bagi orang yang beriman itu bertingkat-tingkat sesuai dengan level keimanannya. Walaupun demikian, ada juga yang menarik dan harus menjadi bahan renungan, yaitu "Apakah itu benar ujian karena kita beriman kepada Allah ataukah justru itu adalah musibah akibat dosa-dosa yang kita lakukan?" Silahkan mengheningkan cipta masing-masing ya... 

Adapun awesome writer sendiri belum tahu secara pasti apakah itu ujian atau justru musibah. Tetapi, awesome writer berusaha untuk berprasangka baik pada Al Ghafur Ar Rahim. Secara... saya ini siapa sih... apalagi kalau mengingat betapa banyaknya khilaf saya... Namun, Dialah Allah, Rabb kita Yang Maha Penyayang dan begitu luas pintu-Nya dalam menerima taubat hamba-Nya. 

Baiklah... 

Singkat cerita, di dalam sebuah episode kehidupan paling curam (terjal dan menukik) yang pernah awesome writer hadapi, awesome writer rasanya sudah tidak kuat lagi dan segera saja ingin melarikan diri dari kenyataan. Tapi, inilah hidup, mau sekeras apapun kita berlari, pilihan paling pahlawannya tidak lain hanyalah dengan "menghadapinya". Lalu, mari kita selalu mematri di dalam sanubari firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:  

وَمَآ اَصَابَكُمْ مِّنْ مُّصِيْبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ اَيْدِيْكُمْ وَيَعْفُوْا عَنْ كَثِيْرٍ
Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu).
(Q.S Asy Syura: 30)

Iyaa... musibah apapun yang menimpa kita yaa... akibat kesalahan kita sendiri. Yawis... mari kita insyafi, perbaiki, dan segera bertaubat kepada Allah. Lebih dari itu, ada yang lebih indah dari ayat di atas, yakni bahwa "Allah memaafkan banyak dari kesalahan-kesalahan kita." Hmmm...

Awesome writer yang rasanya begitu putus asa akhirnya Allah beri petunjuk untuk "...yaudah gimana kalau aku melarikan diri saja ke masjid. Oiaa... ke masjid di dekat stadion itu saja. Masjid yang nyaman sekali itu." 

Tanpa ada ekspektasi apapun. Awesome writer segera menyalakan mesin motor dan mengenakan segala perlengkapan berkendara. Tancap gas! Satu tujuan! Masjid di dekat stadion. 

Awesome writer tiba saat menjelang shalat Maghrib. Maka, awesome writer segera saja mengambil air wudhu lalu menunggu di sana hingga adzan berkumandang kemudian shalatpun ditegakkan. 

Ketika shalat dimulai, imam membacakan surat Al Fatihah dengan indahnya. Imam terus melantunkan ayatnya hingga para jama'ah menyambutnya dengan bacaan "Aamiin". Sehingga, sang imam segera saja masuk ke surat lain setelah Al Fatihah. Tapi, siapa yang sangka??? Awesome writer sendiri tidak pernah menyangka dan menaruh harap apapun.

Tanpa dinyana atau di duga, sang imam membacakan potongan sebuah surat yang segera saja membuat hati ini gerimis. Gerimis yang akhirnya berubah menjadi hujan lebat dan seketika menghapus segala kemarau di dalam hati. Hati ini terus Allah bebaskan dari kemarau panjang melalui lisan sang imam yang membacakan Q.S Al Baqarah dari ayat ke152 hingga ke 157. 

فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ
Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.

وَلَا تَقُوْلُوْا لِمَنْ يُّقْتَلُ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ اَمْوَاتٌ بَلْ اَحْيَاۤءٌ وَّلٰكِنْ لَّا تَشْعُرُوْنَ
Dan janganlah kamu mengatakan orang-orang yang terbunuh di jalan Allah (mereka) telah mati. Sebenarnya (mereka) hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ
Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar,

اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَ
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi raji‘un” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).

اُولٰۤىِٕكَ عَلَيْهِمْ صَلَوٰتٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُهْتَدُوْنَ
Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.

Ya Allah... mendengar ayat-ayat tersebut dibacakan, awesome writer membatin apakah telinga ini tidak salah mendengar? Telinga dan hati ini rasanya lebih gemetar ketika Allah sampaikan lisan sang imam pada ayat:  

اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَ
“Inna lillahi wa inna ilaihi raji‘un” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).

Ya Allah... siapalah saya, siapalah kita awesome readers? Apalagi jika kita bandingkan diri kita dengan generasi terbaik setelah nabi dan rasul, jika kita bandingkan dengan Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, 'Aisyah, dan yang lainnya radhiyallahu ta'ala 'anhum. Siapalah saya yang berhak mendapat hadiah ayat-ayat di atas dari Ar Rahman Ar Rahim... 

Tapi, Dialah Allah... Rabb yang ampunan, rahmat, dan kasih sayang-Nya begitu luas. Oleh karena itu awesome readers, mari kita terus berusaha untuk berprasangka baik pada Allah yang tiada Dzat yang paling mengharapkan kebaikan pada kita, kecuali Dia. Marilah kita terus melangitkan harapan-harapan terbaik kita pada-Nya. 


Ayoo semangat...
Insya Allah bersambung ke episode kedua yaa... 



PS: Buat kita yang seakan jatuh berdebam dari langit ke tujuh. Buat kita yang serasa disergap dan dibenamkan ke dalam palung terdalam yang dalamnya mencapai kerak bumi. Atau kita yang seumpama dengan serabut dari buah kelapa. Ia dijambak dari buahnya agar dagingnya bisa dimanfaatkan menjadi minyak. Maka, semoga ayat ini selalu menerangi sanubari:

فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
Maka sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan.


...bersama satu kesulitan, ada banyak kemudahan...


Oiaa PS lagi: Ayat-ayat di atas ndak langsung begitu saja awesome writer kenali ya. Dulu waktu mendengar imam membacakannya hanya merasa familiar, "Kok... kayaknya ini ayat-ayat gandengannya ayat اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَ" dan ternyata betul setelah meninjaunya ke Al Qur'an langsung ba'da shalat. Sang imam sendiri kala itu membacanya dalam dua babak. Sebagian ayat dibaca pada raka'at pertama lalu sebagian lainnya di baca pada raka'at kedua.

You May Also Like

0 comments